Bertempat di Kampus STIA Karya Dharma Merauke, Senin, 11 Maret 2013, dilaksanakan acara pelepasan Kuliah Kerja Nyata Angkatan ke-XXVIII Mahasiswa STIA Karya Dharma Merauke.
Dalam sambutannya Koordinator KKN, Hasan Matdoan, S.Sos yang juga adalah Pembatu Ketua III STIA Karyta Dharma Merauke disampaikan bahwa peserta yang mengikuti kegiatan tersebut berjumlah 103 mahasiswa, dimana tujuan kegiatan dimaksud adalah :
Persyaratan Penyelesaian Studi pada STIA Karya Dharma Merauke;
Pengaplikasian ilmu yang di dapat pada bangku kuliah ;
Bentuk sumbangsih dunia pendidikan pada masyarakat.
Kegiatan KKN ini direncanakan pelaksanaannya mulai dari tanggal 11 Maret s/d 9 April 2013, dengan berbagai jenis kegiatan diantaranya :
Pengecatan rumah masyarakat asli papua, diseputar jalan Kuprik Kelapa Lima ( sesuai pendataan )
Pendataan Rumah Warga tidak layak huni pada 8 Kelurahan di Distrik Merauke ;
Sosialisasi
Pagi Dini Hari, SD Inpres Seringgu yang berada di Jalan Seringgu Ludes Terbakar. Hal ini dapat dilihat dari seluruh bangunan yang habis terbakar. Belum diketahui pasti penyebab terjadinya kebakaran, sementara dari informasi warga sekitar yang membantu memadamkan kebakaran diduga akibat hubungan pendek arus listrik.
Kebakaran sendiri terjadi sekitar 1.00 WIT dini hari sampai dengan jam 03.00 Pagi, dimana banyak aktifitas warga masih tidur. sehingga banyak yang belum mengetahuinya. kerugian atas terbakarnya Sekolah Inpres Seringgu, di perkirakan ratusan juta rupiah.
Sejumlah mama-mama Papua di Merauke mencoba mengais rejeki dengan menjual lumut rawa, yaitu sejenis pakan ikan atau untuk umpan memancing ikan. Mereka melakukan pencarian lumut tersebut sampai SP 9 sehingga pendapatan mereka bervariasi tergantung rejeki. Berjualan lumut rawa. Itulah yang dilakukan sejumlah mama-mama Papua di Merauke untuk bisa mendapatkan uang. Meski hanya lumut, namun dengan ketekunan dan kesabaran membuat dapur bisa tetap berasap. Mama-mama Papua, yakni Hilaria Wambeno dan Anggela Kaimu, ketika dijumpai belum lama ini, sedang duduk di atas bangku papan panjang di sudut pertigaan Jalan Cikombong, Kelurahan Kelapa Lima-Merauke sambil kedua bola matanya memperhatikan setiap masyarakat yang melewati jalan itu. Di depannya, sebuah meja papan darurat yang diatasnya terdapat sejumlah jeringen plastik yang tinggal setengahnya, karena
Ibu Yohana Mbaraka membuka acara Fun Bike dalam rangka HUT PU ke 67, Bertempat di Lapangan Mandala Merauke yang melibatkan unsur masyarakat, PNS, TNI Polri dan Swasta.
para Peserta sendiri kurang bih 3000 orang mengikuti acara tersebut. Berbagai hadiah telah disiapkan oleh Panitia, hingga hadiah utama berupa 2 Sepeda Motor.
Antusia masyarakat terhadap sepeda ternyata sangat besar, terbukti dengan hadirnya berbagai jenis sepeda kreasi anak merauke. Baik dalam segi penampilan maupun ide-ide dalam menampilkan teknologi.
Kampung Zanegi
Tanggal 22 September 2012, SKP Keuskupan Agung Merauke melaksanakan Diskusi singkat bersama kelompok perempuan Malind dkampung Zanegi terkait dampak dari aktivitas investasi. Kegiatan tersebut berlangsung di rumah bapak ketua dewan stasi dadihadiri 12 orang mama-mama yang membawa serta anak-anak mereka. Dalam diskusi yang difasilitasi langsung oleh Tri Kanem(Manager Program SKP-KAME), mama-mama mencoba kembali mengingat situasi dulu sebelum perusahaan datang. Hidup rukun, saling melayani dan tolong menolong yang merupakan nilai dasar orang Marind sudah hilang. Ungkapan seorang peserta, mama Petronela
"Dulu tanaman wati dipakai sebagai upah atau imbalan untuk orang yang membantu tetangganya kerja, tapi sekarang orang stra kenal wati lagi, uang de jadi raja. Semua bisa jadi kalau ada uang".
Selain itu juga, hutan yang merupakan sumber pangan dan obat dan juga
Cara atau gaya berbicara (Dialek) orang di Papua, lafal serta intonasinya sangat khas. Kebanyakan dialek Papua itu disingkat-singkat seperti Saya = Sa, Kamu = Ko, Pergi = Pi, dan lain-lain. Untuk menggunakan dialek Papua yang harus diingat adalah:
Kata ganti kepunyaan selalu terpisah dengan Subjek dan selalu Subjek yg diucapkan terlebih dahulu sebelum kata ganti kepunyaan.Contoh: "Ini rumahku = Ini sa pu rumah.", "Istrimu cantik sekali = ko pu maitua cantik skali."
Untuk kata kerja (Predikat) tidak banyak perbedaan . . Biasanya ada kalimat yg pengucapannya "Subjek" dulu, lalu "predikat".Contoh: "Kata siapa saya kesana? = Siapa yg bilang sa kesana?". Tapi pada umumnya kata kerja (predikat) masih sama seperti bahasa Indonesia baku (EYD).
Kata