Asrum Anwar Sains dan Teknologi 18 Mei 2016 09:30 dibaca 2008x

foto

National Technologi Officer Microsoft Indonesia Tony Seno Hartono memperkirakan kerugian akibat kejahatan cyber di Indonesia mencapai Rp 33,29 miliar per tahun. Angka ini justru lebih besar dibandingkan perampokan nasabah bank secara konvensional, kata Tony Hartono pada saat Cloud Computing MasterClass di Kantor Microsoft, Jakarta, Jumat 12 Mei 2016.

Meski demikian, Tony menjelaskan bahwa kesalahan tersebut bukan berasal dari teknologi yang digunakan. Menurut Tony, sebagian besar atau 90 persen kesalahan justru terletak pada kebiasaan dari pengguna. Bila dibandingkan dengan data yang diperoleh dari Norton Cybersecurity Insight Report, menurut Tony, angka kerugian di Indonesia masih terbilang kecil.

Pasalnya, rata-rata pengguna dunia cyber kehilangan hampir US$ 358 per orang atau sekitar US$ 150 miliar atau setara dengan Rp 2 ribu triliun per tahun. Fenomena perdagangan online (e-commerce) yang semakin marak di Indonesia belakangan ini secara otomatis mendongkrak makin besarnya nilai transaksi elektronik (e-payment).

Transaksi e-payment ini sebenarnya merupakan target pemerintah untuk menjadikan Indonesia Less Cash Society. Sayangnya, Microsoft menilai penerapan e-payment di Indonesia masih riskan. Penerapan e-payment di Indonesia saat ini masih memiliki tantangan dari cyber security, kata Tony. 

sumber : http://u.msn.com/id-id/ekonomi/ekonomidanbisnis/microsoft-kejahatan-cyber-di-ri-rugikan-rp-3329-miliar/ar-BBt2lGO?li=BBs4dLe&ocid=wispr

komentar ditutup