Ky. Nugroho Kemasyarakatan 20 Mei 2016 14:08 dibaca 1616x

(foto: nu.or.id)

Tim Ekspedisi Islam Nusantara PBNU tiba di Merauke, Papua, Kamis (19/5) siang. Setelah rehat beberapa jam, tim dibagi dua. Tim pertama ke wilayah perbatasan Indonesia dan Papua Nugini. Sementara tim kedua, membuat film dokumenter kerja sama antara anak Papua asli dan anak keturunan yang berbeda agama.

Film tersebut menceritakan keakraban anak-anak tanpa ada batasan etnis dan agama. Mereka sama-sama anak-anak manusia ciptaan Allah yang mesti hidup berdampingan secara damai. Saling bekerja sama. Bermain bersama. Makan bersama.

Pembuatan film tersebut didukung sepenuhnya oleh Lurah Kelurahan Samkai, Kecamatan Merauke, Kabupaten Merauke Romanus Kande Kahol.

Menurut dia, di desanya yang berada di tepi pantai laut Arafura tersebut ditempati berbagai macamt etnis mulai suku asli Meraukue yaitu Marin, ada Bugis, Jawa, Asmat, Tanimbar, dan lai-lain. Dengan etnis yang beragam, agama juga beragam. Tapi mereka selama ini hidup damai berdampingan.

Begitu pula di tingkat anak-anak. Mereka yang berbeda bisa berbaur bersama di sekolah, di pantai dan dalam permainan.

Setelah menyelesaikan penjelajahan di pulau Sumatera, Rabu (18/5), Ekspedisi Islam Nusantara bertolak ke Merauke. Ada beberapa agenda di kabupaten paling timur ini yaitu memperingati hari kebangkitan Nasional, turut pawai obor dengan pemuda Merauke, ikut apel kebhinekaan lintas iman, berkunjung ke sekolah dan pesantren dan masjid

Sumber: www.nu.or.id/post/read/68337/ekspedisi-islam-nusantara-bikin-film-dokumenter-anak-merauke

komentar ditutup