Irma Maya Sari Kemasyarakatan 27 Juni 2016 09:25 dibaca 1231x

Merauke - Sejak 1995 hingga 2016 Yayasan Santo Antonius (Yasanto) Merauke telah menangani 500 Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) namun sebagian di antaranya telah meninggal dunia.

"Sekarang masih ada sekitar 40-an ODHA. Banyak di antaranya yang telah meninggal dunia," kata Ketua Yasanto Merauke Leonardus Mahuze, di Merauke, Jumat.

ODHA yang dibina oleh LSM yang bergerak pada Bidang Pengembangan Kesehatan Masyarakat (BPKM) itu, kata Leonardus, juga dibekali pembinaan kerohaniaan, bahkan bimbingan serta pendampingan untuk kreatif dan mandiri.

"Ada yang membuka usaha berjualan, bahkan mereka juga membantu kami untuk melakukan sosialisasi HIV/AIDS kepada masyarakat luas," katanya lagi.

Ia menambahkan, Yasanto bertahan sampai sekarang karena adanya bantuan pemerintah daerah yang terus berkomitmen menangani pencegahan dan penularan HIV/AIDS tersebut, dan pemda berhasil menjadikan Merauke turun dari urutan satu ke urutan lima di Provinsi Papua beberapa tahun belakangan ini.

"Awalnya pemerintah tidak memberikan dukungan kepada LSM, sehingga banyak LSM yang mundur. Kami harap tetap ada perhatian pemerintah daerah," katanya lagi.

Menurut dia, pada tahun 1992 kasus HIV/AIDS mencuat di Kabupaten Merauke karena adanya hubungan seks tidak aman, dan hampir 95 persen orang papua di daerah itu yang terkena HIV/AIDS telah meninggal dunia.

"Jika pemerintah daerah lepas tangan terhadap persoalan HIV/AIDS, kasus yang terjadi pada 1992-2000 lalu bisa terulang lagi dan masalah HIV/AIDS di Merauke ibarat fenomena gunung es," katanya pula.

 

Sumber : Antarapapua.com

komentar ditutup