Rosanti Ngili Berita 21 Juli 2017 14:24 dibaca 230x

 

Peran orangtua dalam keluarga menjadi tonggak utama. Oleh karenanya, setiap pasangan pra nikah yang akan mengarungi bahtera rumah tangga harus mendapat perhatian dari semua lini. Kepala bidang pemberdayaan perempuan dan pengarustamaan gender dinas pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, pengendalian penduduk dan keluarga berencana Kabupaten Merauke, Yosephita Aron, SE mengatakan, peran keluarga baru juga harus diperhatikan oleh pemerintah, agama, adat dan masyarakat. “Semua pihak harus terlibat untuk bagaimana awal pernikahan pasangan pra nikah dibekal sebanyak-banyaknya agar bisa berporses dalam pengasuhan, ujarnya gereja batu karang, Rabu (19/7).

 Dia mengungkapkan, banyak kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan dalam rumah tangga akibat pernikahan usia dini yang belum memiliki pemahaman kuat dalam membina keluarga. Apalagi sangat disayangkan kasus kekerasan terjadi pada masyarakat asli Papua. Lewat penggemblengan mental, diharapkan semua pasangan rumah tangga dapat menjawab kebutuhan dirinya dan keluarga sejak awal serta saling memahami. “Peran sebagai orangtua itu beda-beda dalam mengasuh ketika memiliki anak balita, anak remaja dan dewasa. Selama ini sentuhan pemerintah belum maksimal, lewat kerja lintas sektor harus ditingkatkan lagi, tandas Yosephita. [HDA]

komentar ditutup