Geti Saga Pemerintahan 26 Juli 2017 14:02 dibaca 535x

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Merauke, Papua, Daniel Pauta meminta kepala Distrik berperan mengawasi pendidikan di kampung.

Ia mengatakan, seluruh kepala distrik perlu membangun koordinasi baik dengan semua elemen ditingkat distrik, terutama pelaku pendidikan, kepala sekolah, guru dan orang tua.

Menurutnya, masalah pendidikan di Merauke, terutama di kampung-kampung dan pusat distrik, menjadi sorotan karena dinilai tidak berjalan maksimal.

“Banyak sekolah yang tidak ada guru, proses belajar mengajar tidak berjalan maksimal. Sebagai kepala distrik, harus melihat sekolah-sekolah tersebut,” ujar Daniel Pauta, Selasa (25/7).

Katanya, kini pemerintah berkomitmen memprioritaskan pendidikan dan kesehatan. Segala kepincangan yang terjadi pada kedua hal tersebut harus segera ditangani dan ditindaklanjuti, bukan dibiarkan.

Selain itu lanjut dia, masalah lainnya ditemukan ada kepala kampung yang enggan menganggarkan sedikit dana kampung untuk menunjang pendidikan anak usia dini.

Salah satu alasannya, karena tidak masuk dalam agenda perencanaan pembangunan kampung. “Padahal sudah ada juknis sekian persen untuk pendidikan, sekian persen untuk kesehatan, ekonomi kerakyatan dan seterusnya.”

Faktor ketidak pahaman terhadap petunjuk teknis (juknis) pemanfaatan alokasi dana kampung, diduga menyebabkan banyak hal yang semestinya diprioritaskan, akhirnya terabaikan.

“Kalau kepala kampung belum paham tentang hal itu, kepala Distrik punya kewajiban memberikan pemahaman kepada mereka,” katanya.

Dikatakan, apapun bisa dilakukan kalau ada komunikasi dan koordinasi, serta kedekatan yang baik dengan semua elemen, supaya bisa mengetahui semua informasi penting di kampung.

Perlu lebih peka, cepat tanggap dan mampu mencari solusi setiap permasalahan yang terjadi di wilayah kerja masing-masing kepala distrik.

 

 

komentar ditutup